Mengetahui Setiap Aturan Penting Dalam Proses Penulisan Daftar Pustaka

Setiap mahasiswa, dosen, dan siapa saja berhubungan dengan pendidikan tentu akan menghadapi beragam data untuk sebuah penelitian. Dalam sumber utama bacaan tersebut, tidak diragukan lagi bahwa akan terdapat namanya daftar pustaka dengan berbagai informasi. Inilah sebabnya dalam penulisan daftar pustaka sendiri terdapat berbagai syarat untuk dipenuhi dan juga membuktikan keberadaan dari hal ini sendiri.

Satu hal pasti yaitu kebutuhan akan referensi sangatlah penting, terutama demi menulis suatu hal ilmiah dan butuh dibaca oleh banyak orang. Penerapan paling banyak dari sebuah daftar pustaka memang lebih kepada buku, tetapi ada juga artikel yang membutuhkan hal satu ini. Hal ini juga demi menjelaskan sebuah acuan paling besar sebagai bukti bahwa buku atau artikel bisa dikatakan tepat atau tidak menjadi sumber.

Perhatian Dalam Penulisan Sebuah Daftar Pustaka

Seperti diketahui oleh para pembuat sebuah tulisan akan daftar pustaka, bahwa memang ada beberapa aturan wajib supaya tidak sampai salah. Bila penulisan dari hal satu ini salah, tentu justru bisa membuat kebenaran dari informasi tidak bisa dipercaya. Bagi para pemula atau belum pernah menulis hal ini, maka pahami terlebih dahulu supaya lebih tepat saat dibaca.

Sebagai bahan pembahasan dari penulisan akan daftar pustaka secara tepat, maka perhatikan beberapa hal berikut ini :

  1. Penulisan nama

Nama disini merupakan nama dari penulis itu sendiri dimana akan dimasukkan ke dalam daftar pustaka dengan penyusunan tertentu. Misalnya saja seperti dari nama belakang terlebih dahulu serta sesuai abjad. Bila nama penulis lebih dari dua kata, maka urutan yang benar yaitu nama terakhir, paling depan, kemudian kedua atau selanjutnya. Bila jumlahnya banyak, maka lakukan hal sama seperti sebelumnya.

  1. Judul buku

Untuk penulisan judul buku, pastikan mengacu pada nama spesifik dan dipakai memang sebagai sumber valid atau benar. Segi penulisan dari buku sendiri pastikan ditulis dengan huruf miring dan harus memakai huruf kapital pada setiap kata. Suatu pengecualian juga berlaku bila itu merupakan kata hubung, tetapi hal terpenting adalah kerapian sesuai aturan penulisan.

  1. Tahun penerbitan

Jangan sampai lupa untuk tetap mencantumkan angka tahun dari penerbitan buku tersebut. Biasanya juga disusul dengan pemberian akan tempat kota terbit serta nama penerbit buku dengan daftar pustaka ini. Dengan menggunakan aturan ini, selain lebih rapi juga menunjukkan bahwa sumber sudah benar sesuai yang ada. Itulah mengapa terkadang dari segi penulisan bisa pendek atau panjang.

Dengan begini, maka aturan dari penulisan daftar pustaka sudah bukan hal sulit dan terpenting tetap perhatikan betul sisi susunannya. Sebenarnya menuliskan setiap dari informasi daftar pustaka bukan hal sulit, tetapi memang harus teliti disini. Biasanya pun sumber sebuah buku nyatanya tidak hanya satu saja, melainkan bisa sangat banyak dan beragam demi kepentingan buku itu sendiri.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *